Berbeda
Tadi malam, saya sedikit berbincang2 dengan teman serumah. Sebuah perbincangan antara saya yang muslim, dan dia yang tidak. Kamij membicarakan tentang umat beragama. Sebenarnya hal ini sesuatu yang selalu membuat saya tertarik bila membicarakan hal ini dengan orang yang tidak seiman dengan saya.
Awalnya, perbincangan2 itu mengarah ke suatu kekecewaan akan apa yang terjadi pada umat beragama terutama di Indonesia. Saya kira tidak hanya kami yang hidup nan jauh dari tanah air ini saja yang merasa ngenes kalau melihat kejadian2 di Indonesia. Mulai dari sekelompok orang yang mendewakan kemayoritasan mereka untuk melakukan apa saja, sampai sekelompok orang yang merasa sok benar, dan juga sekelompok orang yang tidak mau menerima dan mendengarkan paling tidak pendapat orang lain.
Akhirnya, kami sepakat. Bila ingin dunia, atau paling tidak Indonesia damai tentram sejahtera, kita harus mngeliminir sesuatu yang membuatnya tidak damai. Kita harus menghilangkan semua perbedaan di dunia ini. Karena bila ada suatu perbedaan, itu adalah awal dari segala peperangan dan pertengkaran. Jadi intinya satu, SEMUA HARUS SAMA. Maka tercapailah kedamaian yang kita inginkan.
Tapi, kami juga sepakat, bahwa membuat segala sesuatu di dunia ini sama, adalah MUSTAHIL. Lalu? Apa yang harus setidaknya kita lakukan? Kembali ke pangkal permasalahan, sesuatu harus dilakukan dengan yang namanya "perbedaan" itu. Satu-satu nya jalan adalah, membuat orang paham akan keragaman yang ada, perbedaan yang ada, dan mulai menghormati keragaman dan perbedaan orang lain. Karena setidaknya itu salah satu jalan yang bisa kita sendiri lakukan.
Kami sepakat sekali lagi, bahwa betapa banyak orang yang tidak mau berfikir dua kali. Mengatasi masalah dengan solusi pertama yang dia dapat. Dalam kasus ini, bayangkan bila orang meng"iya"kan solusi pertama kami. Tanpa berfikir akibat dan adanya jalan lain. Setidaknya kami bersyukur kami bisa berfikir "dua kali".
